Malang – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Salat Iduladha 1447 H di Masjid Al-Hikmah UM pada Rabu (27/5) sebagai momentum memperkuat kesadaran spiritual sivitas akademika. Kegiatan yang diikuti dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar tersebut berlangsung khidmat dan menjadi sarana menanamkan nilai ketakwaan, keikhlasan, serta kepedulian sosial di lingkungan kampus.
Perayaan Iduladha di UM tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya pengorbanan, pengendalian diri, dan integritas dalam menjalani kehidupan akademik maupun sosial.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd menegaskan bahwa semangat Iduladha harus diwujudkan melalui perilaku yang jujur, sabar, dan bertanggung jawab. Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim A.S. dan Nabi Ismail A.S. mengajarkan manusia untuk mengutamakan nilai kemanusiaan dan ketakwaan dibanding kepentingan pribadi.
“Kita bisa meneladani perjalanan hidup yang positif dari Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, serta khususnya Nabi Besar Muhammad saw.,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa makna kurban sejatinya bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan juga kemampuan manusia mengendalikan keserakahan dan menjaga harmoni kehidupan. Nilai tersebut dinilai penting diterapkan di lingkungan perguruan tinggi agar sivitas akademika mampu meraih cita-cita melalui cara yang bermartabat.
“Iduladha bukan dimaknai sekadar penyembelihan kurban yang menumpahkan darah, tetapi bagaimana membangun ketakwaan, kesabaran, dan kejujuran dalam menjalankan hidup,” tambahnya.
Dalam Khutbah Iduladha, Agus Sholahuddin mengajak jamaah meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa berbagai nikmat dunia, seperti kesehatan, jabatan, dan umur panjang, seharusnya menjadi sarana memperkuat kualitas ibadah dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, Iduladha menjadi pengingat bahwa manusia perlu membangun hubungan spiritual sekaligus sosial secara seimbang. Semangat berbagi melalui kurban dinilai mampu mempererat solidaritas masyarakat dan menumbuhkan empati di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis.
Melalui peringatan Iduladha 1447 H ini, UM juga menegaskan komitmennya dalam membangun karakter sivitas akademika yang berintegritas, humanis, dan religius. Nilai keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian sosial menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui penguatan nilai spiritual dan kemanusiaan, UM diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter sosial yang kuat.
Pewarta: Catharina Apriliandari Andreanti – Internship Humas UM
Fotografer: M. Raffa Andara Putra – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
